AMBALAN SUDIRMAN-FATMAWATI SMK N 1 BLORA
Minggu, 29 April 2012
Perkemahan Penempuhan Bantara Tahun 2012
28-29 April 2012
Setelah kurang lebih 10 bulan menempa ilmu kepramukaan di SMK N 1 Blora, akhirnya tibalah saat yang dinantikan, yaitu saat menempuh badge Bantara.
Adapun agenda kegiatan Perkemahan Penempuhan Bantara adalah sebagai berikut :
Sabtu, 28 April 2012
Sabtu, 28 April 2012
07.00
− 07.15 :
Peserta datang + Registrasi Peserta
07.15
− 08.15 :
Upacara
Pembukaan
08.30 −
09.30 : Berangkat + Perjalanan
09.30 −
10.00 : Pendirian Tenda + Kepri
10.00 −
10.30 :
Apel Siang
10.30
−
12.30 :
Istirahat,
sholat, makan
12.30 − 13.30 :
Latihan Bela Negara
13.30 − 16.45 : Jelajah Siang
20.15 − 22.30 :
Pentas Seni + Hiburan
22.30 − 24.00 :
Istirahat (tipul)
Minggu, 29 April
2012
04.30 − 05.00 : Sholat subuh
05.000
−
05.30 :
Olahraga
07.00 − 07.15 :Makan
08.00 − 09.30 :Bersih-Bersih
09.30 − 10.00
: Upacara
Penutupan + Sayonara
Bakti Sosial
“Ikut
serta membangun masyarakat”
Demikianlah isi kedua dari
Trisatya untuk tingkat Pramuka Penegak. Memang seharusnya demikianlah seorang
pramuka. Dekat dengan masyarakat, selalu berdampingan dengan masyarakat dan
keduanya tak dapat dipisahkan.
Tak terasa sebentar lagi Perkemahan akan selesai.
Rasanya ada yang kuraqng bila belum memberikan sedikit pengabdian untuk
masyarakat sekitar lokasi perkemahan. Para Caba dikumpulkan untuk memberikan
baktinya pada lingkungan sekitar. Terutama tempat-tempat yang selama kurang
lebih satu hari kemarin kami jadikan untuk tempat kegiatan.
Para Caba dibagi menjadi 4 kelompok, dan setiap
kelompok mendapatkan bagian untuk membersihkan tempat yang telah ditentukan
Adapun tempat yang telah ditentukan itu adalah Masjid di dekat lokasi
perkemahan, Balai Desa Kajengan yang tak jauh dari lokasi perkemahan, Sendang
putra & putri yang digunakan untuk mandi para Caba tadi pagi, dan lokasi
Perkemahan sendiri yakni Buper Waduk Tunggal Bakti Desa Kajengan.
Waktu satu jam yang diberikan, rasanya belum cukup.
Namun, kami tak punya banyak waktu lagi, karena masih ada yang harus dilakukan.
Masak Sendiri
Penjelajahan di
sore hari memang sangat menguras tenaga para Caba. Jadi laper. Mau makan, tap
tak ada makanan. Hemm, meski masak dulu ya, hehe. Ya, para Caba kemudian
bergantian masak untuk makan, dan mandi untuk membersihkan badan, tak lupa sholat juga.
Biasanya kalau hari libur, bangun
siang dan langsung makan. Tapi kalau di perkemahan, gimana mau makan kalau gak
masak dulu. Meski susah payah masak nih.
![]() |
| masak sendiri |
Kalau biasanya
di rumah makan tinggal ambil saja, tapi tidak untuk kali ini, meski bersusah
payah masak sendiri. Meski rasanya kurang sesuai yang diharapkan, tapi tetep
dimakan juga, amanya juga laper. Sebagai pelajaran juga untuk para Caba yang
biasanya komentar pada masakan yang telah dibuat Ibu, kurang asin lah, kurang
pedas, atau kurang apa lagi. Agar ereka juga merasakan bagaimana susah payahnya
ibu menghidangkan masakan untuk keluarga, jadi jangan suka komentar ini itu
terus.
Adat Ambalan
| menuju lokasi untuk prosesi adat |
Setelah semua Caba selesai melaksanakan Jelajah Malam, acara yang dinanti-nantikan pun tiba, takni Adat Ambalan. Semua Caba
harus menutup mata menggunakan slayer. Para Caba dituntun menuju lokasi untuk
melaksanakan acara Adat, namun ketika sampai di tengah perjalanan, mata pun
dibuka.
Rute yang
dilewati sangat menantang. Tebing yang curam, jalan yang licin serta semak
belukar di sepanjang perjalanan ditambah lagi dengan gelapnya suasana fajar
membuat kita harus berhati-hati agar tidak jatuh. Lokasi yang dituju belum juga
nampak. Sementara medan yang dilalui membuat kotor sepatu kami.
Lokasi yang
dinantikan pun tiba. Melihat lokasi yang ada di depan mata, kira-kira apa yang
ada dalam angan-angan para Caba, ya? Mungkin mereka menerka-nerka apa yang akan
diperintahkan para kakak Bantara pada para Caba.
Tak perlu
buang-buang waktu lagi, mereka harus segera mengambil Badge Bantara yang mereka
harapkan dari Perkemahan ini. Tak menduga sebelumnya kalau ternyata para Caba
harus berjuang sedemikian kerasnya hanya untuk mendapatkan badge yang bias
didapatkan di toko-toko itu.
Dan yang paling
mengejutkan adalah, para Caba harus melaksanakan prosesi Adat Ambalan
Pattimura-Marthatia. Jangan ada rasa iridan mangkel apalagi dendam ya Dik, kami
Kakak Bantara kalian juga merasakan seperti itu dulu untuk mendapatkan sandang
seorang Bantara. Dan itu merupakan adat yang harus selalu dilestarikan agar tak
hilang seiring berkembangnya zaman.
Di Balik Hilangnya Basid
Untuk saat ini cerita Di Balik Hilangnya Basit belum dapat dipublikasikan. Tunggu beberapa waktu lagi.
Hilangnya Basit
| Heningnya malam |
Hilangnya Basit membuat panik
semua peserta Perkemahan. Tak hanya anggota sangga 1 yang satu sangga dengan
Basit, namun semua Caba, Bantara, Senior Bantara Kelas XII yang hadir, para tamu
undangan bahkan Pembina pun panik memikirkan dimana keberadaan Basit. Bahkan Febri (mantan pacar Basit) pun sampai
menangis. Cye Cye, hehe J.
Seorang yang satu sangga dengan Basit menuturkan
bahwa tadi Basit meminta ijin ke belakang untung buang air sebentar. Kak Tyo
juga menuturkan, “Tadi aku yang mengantarkan
Basit ke belakang, dan dia sudah kembali bersama saya tadi.”
Lalu, dimanakah Basit berada? Dia menghilang dengan
sendiri? Ataukah ada makhluk dari dunia lain yang membawanya pergi?
“Di Balik Hilangnya Basit” akan menjawab pertanyaan di atas.
Pak Miftah selaku Pembina Pramuka di Ambalan kami
memberikan sedikit nasehat kepada kami semua. Beliau menegur kami semua karena
dari awal sampai di lokasi perkemahan, banyak (terutama para Caba) yang
melanggar peraturan yang telah dibuat di Tempat Perkemahan, seperti melewati
batas yang telah dibuat (Tempat perkemahan diberi pagar dengan tali rafia,
namun banyak yang melompati tali tersebut saat hendak ke musholla untuk sholat
maupun ketika hendak akan ke sendang mengamdil air untuk memasak).
Beliau menasehati kami untuk selalu menyadari bahwa
kita hidup di dunbia ini tak sendiri, ada juga makhluk lain yang hanya orang
tertentu saja yang dapat melihatnya. Apalagi di lokasi Perkemahan yang
merupakan tempat baru bagi kita, bukan tempat kita sendiri. Mungkin ada makhluk
yang tidak senang dengan tingkah kita. Tetapi yakinlah, selama kita tak
mengganggu mereka, maka mereka pun tak akan mengganggu kita.
Sementara itu, para Seksi Keamanan dikerahkan untuk
mencari Basit. Kak Mad selaku ketua ketua panitia kegiatan perkemahan ini
meminta untuk segera melanjutkan kegiatan yaitu Jelajah Malam dan Adat Ambalan,
karena keberadaan Basit akan menjadi tanggungan Seksi kKeamanan.
Kegiatan pun dilanjutkan. Dan setelah kegiatan
Jelajah Malam dan sebelum acara Adat Ambalan, Basit telah kembali dengan
keadaan baik-baik saja tak kurang suatu apapun.
Langganan:
Postingan (Atom)







