AMBALAN SUDIRMAN-FATMAWATI SMK N 1 BLORA

Jumat, 01 Juni 2012

Dewan Kerja Ambalan Masa Jabatan 2012-2013


Dewan Kerja Ambalan SUDIRMAN-FATMAWATI Gudep:04.71-04.72
Masa Jabatan 2012-2013

  • Penanggung Jawab         :   Drs.Pudji Suhardjo
  • Pembina  :
1.       Miftah Sri Wahyudi, S.Pd
2.       Yuni Hidayati, S.Si
  • Pradana  :
o   Putra     :   Ginandra Eriyan
o   Putri      :   Febriana Ika Wahyuni
  • Pemangku Adat                  :
o   Putra     :   Andre Pramana Putra
o   Putri      :   Ellya Nur Ayni
  • Kerani  :
1.       Doni Pratama
2.       Fitria Nur Aisyah
  • Juru Uang  :
1.       Agung Ari Wibowo
2.       Erika Yuli Rahayu
  • Seksi-Seksi  :

Kamis, 10 Mei 2012

Taukah kawan... Indonesia memiliki anggota pramuka terbanyak di dunia

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar mengatakan anggota Pramuka di Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia yaitu mencapai 21 juta anggota yang tersebar diseluruh Indonesia.

"Anggota Pramuka didunia mencapai 30 juta orang, dimana 21 juta berada di Indonesia," kata Azrul ketika menyampaikan sambutannya dalam acara "Revitalisasi Gerakan Pramuka Universitas Indonesia" di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis.

Dalam acara tersebut juga dikukuhkannya Rektor UI Prof. Dr. der Soz Gumilar Rusliwa Somantri sebagai Ketua Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) UI dan Seminar Kepramukaan bertema "Pembentukan Karakter Pemuda Melalui Gerakan Pramuka di Perguruan Tinggi". 



Azrul berharap revitalisasi gerakan Pramuka di UI ini kembali menghidupkan gerakan tersebut dilingkungan kampus. Namun bukan hanya hidup saja tetapi juga UI sebagai pemimpin sektor bagi perguruan tinggi lainnya yang membangun kembali kegiatan Pramuka.

"UI seharusnya bisa mempelopori bangkitnya kembali gerakan Pramuka di Indonesia," katanya.

Azrul mengakui sejak arus reformasi 1998 gerakan Pramuka di tanah air aktivitasnya mulai redup, padahal gerakan Pramuka bukan orde baru. "Kalau ada yang berpikiran seperti itu salah besar," tegasnya.

Menurut dia sejak ditinggalkannya gerakan Pramuka timbul permasalahan dikalangan pemuda mulai dari kurangnya sopan santun, sampai tindakan kriminalitas dikalangan pemuda.

"Permasalahan pemuda bisa diselesaikan dengan aktifnya gerakan Pramuka," ujarnya.

Ia menegaskan gerakan pramuka buka merupakan organisasi pemuda ataupun organisasi pemuda, tetapi merupkan gerakan pendidikan untuk membentuk karakter seseorang.

Lebih lanjut ia mengatakan gerakan Pramuka mempunyai tiga tujuan utama yaitu pertama membentuk karakter pemuda, kedua menanamkan cinta tanah air, bela negara, dan ketiga adalah meningkatkan keterampilan agar bisa mandiri yang bermanfaat bagi masa depannya.

Dikatakannya gerakan Pramuka terbuka untuk kritik, masukan, dan saran. Gerakan Pramuka juga terbuka untuk semua, siapa pun warganegara Indonesia.

Sementara itu Rektor UI Prof. Dr. der Soz Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan kegiatan Pramuka di kampus UI mengalami pasang surut, untuk itu kita harapkan bahu membahu meningkatkan jumlah anggota pramuka di UI.

"Kegiatan Pramuka sangat positif yang anggotanya dapat mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara, sehingga menjadi insan yang santun dan beradab, serta memiliki komitmen dan integritas," ujarnya.

Minggu, 29 April 2012

Gallery Perkemahan Penempuhan Bantara Tahun 2012












DSC04472.JPGDSC04473.JPGDSC04474.JPGDSC04475.JPGDSC04517.JPGDSC04519.JPG

Perkemahan Penempuhan Bantara Tahun 2012


28-29 April 2012 

Setelah kurang lebih 10 bulan menempa ilmu kepramukaan di SMK N 1 Blora, akhirnya tibalah saat yang dinantikan, yaitu saat menempuh badge Bantara.




Adapun agenda kegiatan Perkemahan Penempuhan Bantara adalah sebagai berikut :

Sabtu, 28 April 2012
07.00     07.15                                 : Peserta datang + Registrasi Peserta
07.15     08.15                                 : Upacara Pembukaan
08.30     09.30                                 : Berangkat + Perjalanan
09.30    10.00                                  : Pendirian Tenda + Kepri
10.00     10.30                                 : Apel Siang
10.30     12.30                                 : Istirahat, sholat, makan
12.30     13.30                                 : Latihan Bela Negara
13.30     16.45                                 : Jelajah Siang
16.45     17.00                                 : Apel Sore 
17.00     17.30                                 : Mandi + Sholat 
17.30     19.30                                 : Masak + Makan
19.30     20.15                                 : Upacara api unggun
20.15     22.30                                 : Pentas Seni + Hiburan
22.30     24.00                                 : Istirahat (tipul)

Minggu, 29 April 2012
00.00     00.30                                 : Istirahat (Tipul )
00.30     01.30                                 : Night Event
01.30     03.00                                   : Jelajah Malam
03.00     04.30                                 : Acara Adat Ambalan
04.30     05.00                                 : Sholat subuh
05.000     05.30                                 : Olahraga
05.30     07.00                                 : Masak + Kepri
07.00     07.15                                 :Makan
07.15     08.00                                 : Bakti Sosial
08.00     09.30                                 :Bersih-Bersih
09.30    10.00                                 : Upacara Penutupan + Sayonara

Bakti Sosial



            “Ikut serta membangun masyarakat”
                Demikianlah isi kedua dari Trisatya untuk tingkat Pramuka Penegak. Memang seharusnya demikianlah seorang pramuka. Dekat dengan masyarakat, selalu berdampingan dengan masyarakat dan keduanya tak dapat dipisahkan.
                Tak terasa sebentar lagi Perkemahan akan selesai. Rasanya ada yang kuraqng bila belum memberikan sedikit pengabdian untuk masyarakat sekitar lokasi perkemahan. Para Caba dikumpulkan untuk memberikan baktinya pada lingkungan sekitar. Terutama tempat-tempat yang selama kurang lebih satu hari kemarin kami jadikan untuk tempat kegiatan.
                Para Caba dibagi menjadi 4 kelompok, dan setiap kelompok mendapatkan bagian untuk membersihkan tempat yang telah ditentukan Adapun tempat yang telah ditentukan itu adalah Masjid di dekat lokasi perkemahan, Balai Desa Kajengan yang tak jauh dari lokasi perkemahan, Sendang putra & putri yang digunakan untuk mandi para Caba tadi pagi, dan lokasi Perkemahan sendiri yakni Buper Waduk Tunggal Bakti Desa Kajengan.
                Waktu satu jam yang diberikan, rasanya belum cukup. Namun, kami tak punya banyak waktu lagi, karena masih ada yang harus dilakukan.

Masak Sendiri



Penjelajahan di sore hari memang sangat menguras tenaga para Caba. Jadi laper. Mau makan, tap tak ada makanan. Hemm, meski masak dulu ya, hehe. Ya, para Caba kemudian bergantian masak untuk makan, dan mandi untuk membersihkan badan, tak lupa sholat juga.
Biasanya kalau hari libur, bangun siang dan langsung makan. Tapi kalau di perkemahan, gimana mau makan kalau gak masak dulu. Meski susah payah masak nih.
masak sendiri

Kalau biasanya di rumah makan tinggal ambil saja, tapi tidak untuk kali ini, meski bersusah payah masak sendiri. Meski rasanya kurang sesuai yang diharapkan, tapi tetep dimakan juga, amanya juga laper. Sebagai pelajaran juga untuk para Caba yang biasanya komentar pada masakan yang telah dibuat Ibu, kurang asin lah, kurang pedas, atau kurang apa lagi. Agar ereka juga merasakan bagaimana susah payahnya ibu menghidangkan masakan untuk keluarga, jadi jangan suka komentar ini itu terus.

Adat Ambalan


menuju lokasi untuk prosesi adat
Setelah semua Caba selesai melaksanakan Jelajah Malam, acara yang dinanti-nantikan pun tiba, takni Adat Ambalan. Semua Caba harus menutup mata menggunakan slayer. Para Caba dituntun menuju lokasi untuk melaksanakan acara Adat, namun ketika sampai di tengah perjalanan, mata pun dibuka.
Rute yang dilewati sangat menantang. Tebing yang curam, jalan yang licin serta semak belukar di sepanjang perjalanan ditambah lagi dengan gelapnya suasana fajar membuat kita harus berhati-hati agar tidak jatuh. Lokasi yang dituju belum juga nampak. Sementara medan yang dilalui membuat kotor sepatu kami.
Lokasi yang dinantikan pun tiba. Melihat lokasi yang ada di depan mata, kira-kira apa yang ada dalam angan-angan para Caba, ya? Mungkin mereka menerka-nerka apa yang akan diperintahkan para kakak Bantara pada para Caba.
Tak perlu buang-buang waktu lagi, mereka harus segera mengambil Badge Bantara yang mereka harapkan dari Perkemahan ini. Tak menduga sebelumnya kalau ternyata para Caba harus berjuang sedemikian kerasnya hanya untuk mendapatkan badge yang bias didapatkan di toko-toko itu.
Dan yang paling mengejutkan adalah, para Caba harus melaksanakan prosesi Adat Ambalan Pattimura-Marthatia. Jangan ada rasa iridan mangkel apalagi dendam ya Dik, kami Kakak Bantara kalian juga merasakan seperti itu dulu untuk mendapatkan sandang seorang Bantara. Dan itu merupakan adat yang harus selalu dilestarikan agar tak hilang seiring berkembangnya zaman.